Sabtu, 11 Februari 2012

jabon sebagai tanaman untuk reklamasi lahan

Jabon merupakan jenis tanaman yang mampu tumbuh di berbagai kondisi lahan. Termasuk jika ditanam pada lahan kritis atau boksit. Inilah yang membedakan Jabon dengan jenis tanaman lain, yang sulit tumbuh jika ditanam pada lahan yang kualitasnya jelek.

Di beberapa kawasan, seperti Malaysia dan Kalimantan yang terdapat wilayah pertambangan Jabon masih bisa tumbuh dengan baik pada lokasi tersebut. Padahal biasanya, lahan bekas pertambangan memiliki kualitas tanah yang kurang baik karena eksplorasi yang berlebihan.

Beberapa dampak yang terjadi pada tanah bekas eksplorasi pertambangan diantaranya berpengaruh pada :

a. Isi / kandungan flora dan fauna di atasnya.

Dengan adanya kegiatan pertambangan, terjadi pergeseran pola kehidupan dalam sebuah lingkungan. Di antaranya akan menyebabkan hilangnya keseimbangan alam hayati seperti tanaman dan hewan yang hidup di kawasan tersebut. Kedua jenis makhluk ini merupakan komponen alami yang berfungsi menjaga kesuburan tanah.

b. Kontruksi lahan sifat fisik lahan.

Dengan adanya aktivitas pertambangan, menjadikan perubahan fisik sebuah kawasan. Seperti terciptanya lubang, atau juga perubahan susunan tanah antara bagian yang subur dan tidak subur serta adanya pergeseran lapisan tanah. Kontur tanah pun menjadi berubah seiring adanya eksplorasi lahan di kawasan tersebut.

Hal ini berdampak pada perubahan sifat fisik lahan. Seperti berkurangnya ikatan tanah atau tekstur tanah, susunan struktur tanah. Demikian juga, ikatan antar senyawa tanah menjadi labil dan tidak homogen. Kondisi ini menyebabkan hilangnya kemantapan tanah, porositas yang tidak menentu serta tanah cenderung menjadi padat. Tanah seperti ini, akan sulit untuk menjadi media tumbuh dan berkembangnya tanaman, kecuali jenis tertentu.

c. Kandungan mineral dan sifat tanah dan air tanah.

Biasanya, zat yang digunakan dalam proses penambangan akan tertinggal di area bekas penambngan tersebut. Sebagian zat tersebut, memiliki sifat Pada lahan bekas tambang mineral sebagian besar mengandung zat yang membahayakan, khususnya bagi kehidupan makhluk hidup.

Pada proses pembongkaran materi yang terekplorasi ke permukaan sebagian mengalami suatu perubahan persenyawaan. Hal ini dapat dilihat dari proses keteruraian tanah, penggumpalan dan terjadinya perubahan warna tanah itu sendiri. Selain itu, jika diteliliti melalui uji laboratorium akan terlihat bukti adanya perubahan persenyawaan tersebut.

Berbagai proses ini, menjadikan tanah menjadi masam, jasad renik serta tanaman tidak dapat hidup. Hal ini karena tanah kekurangan unsur kebutuhan tanaman, karena tanah sudah terkontaminasi racun bagi tanaman.

Penambangan yang dilakukan dengan sistem penggalian terowongan pun menimbulkan dampak yang tidak kalah merusaknya. Pada pengeksplorasian tanah dengan sistem ini akan menyebabkan kandungan air tanah terganggu kestabilannya. Hanya saja, pada penggalian terowongan yang sangat dalam, tidak akan menyebabkan pengaruh yang besar apabila tanah di bagian atasnya digunakan untuk lahan tanaman.Untuk pertambangan dengan cara penggalian yang berupa terowongan., berpengaruh terhadap kandungan air tanah, namun jika galian yang dalam tidak banyak pengaruhnya.

d. Sifat biologi tanah

Tumbuhan membutuhkan unsur hara untuk mengubah zat kimia alam menjadi zat organik bagi tanaman. Unsur hara ini berasal dari olahan mikroba. Seperti manusia, unsur hara berfungsi sebagai sumber makanan bagi tanaman. Sehingga apabila unsur hara ini tidak ada, maka tanaman tidak akan mampu tumbuh jika dikembangkan di lahan tersebut. Bagian tanah yang memiliki unsur hara terbanyak terletak pada bagian atas. Semakin ke bawah, maka semakin sedikit unsur hara yang terkandung di dalam tanah tersebut.

Dalam proses penambangan, biasanya tanah bagian bawah yang dieksplorasi dengan cara membalik masing-masing lapisan tanah. Akibatnya, mikroba yang tadinya hidup di lapisan tanah teratas menjadi hilang. Hal ini terjadi ketika proses pencampuran lapisan tanah tersebut berlangsung.

sumber:jabon.web.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar